Kena PHK, Pria Ini Bisnis Keripik Beromzet Belasan Juta Sebulan

Ekspor Telur Ikan Terbang, Pria Ini Kantongi Omzet Rp 160 Miliar
August 11, 2018
Dari Hobi Bermain dengan Kuteks, Wanita Ini Sukses Bangun Bisnis Salon Kecantikan Kuku
August 16, 2018

Depok – Pada Maret 2013, sebuah perusahaan elektronik produsen kamera digital melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran. Salah satu yang terkena PHK ini adalah Cahyadi Setiawan.

Namun, Cahyadi tak berpangku tangan meratapi nasib. Dia justru merintis usaha keripik kentang bernama Gajah Galau.

Ayah 3 anak ini menceritakan, sebenarnya dia sudah mulai belajar berwirausaha beberapa bulan sebelum PHK, saat itu pabrik baru menginformasikan jika ada PHK. Dia bersama sejumlah kawan mengaku galau.

“Selama 17 tahun kerja di elektro, kita waktu itu belum siap untuk berwirausaha, karena itu galaunya segede gajah, makanya, terinspirasi kasih nama keripiknya, Gajah Galau,” ujar Cahyadi kepada detikFinance, Sabtu (10/6/2017).

Setelah PHK terjadi, dia mulai mendatangi pameran dan membeli franchise kentang tornado dan menjualnya di pasar pagi yang digelar tiap hari minggu di kawasan RRI depok. Namun, sayang, tren kentang lilit tersebut hanya 6 bulan dan setelah itu menghilang.

Tidak patah semangat, pria kelahiran Bandung 17 Januari 1978 ini mengganti konsep kentang lilit tersebut dengan menjadi keripik kentang dengan banyak rasa.

“Setelah dicoba saya kira lebih baik keripik kentang, saya mulai jual ke taman-teman. Jelang PHK saya sudah belajar ekspansi usaha sana-sini,” kenang dia.

Dengan modal awal Rp 10 juta dari pesangon, dia mantap memulai bisnis keripik kentang ini. Cahyadi menjelaskan dalam satu kali produksi dia bisa menghasilkan 20 kg hingga 30 kg.

Sekali produksi dia bisa mendapatkan Rp 1,6 juta, yakni dengan hitungan modal Rp 800.000 dengan keuntungan 100% jika keripik laku semuanya.

“Dalam satu minggu paling dua sampai tiga kali produksi,” jelas dia.

Jika dihitung, Cahyadi bisa meraup omzet sekitar 19 juta sebulan. Saat ini Cahyadi mengaku memproduksi sendiri, karena dia sudah mendapatkan hibah mesin pencuci, pengupas hingga mesin pengiris kentang dari Pemerintah Daerah Depok.

Keripik Gajah Galau memiliki beberapa varian rasa yakni Galau Imoet (tidak pedas), Galau manja (pedas level sedang), Galau Dahsyat (pedas) dan Super Galau Dahsyat (pedas level 15) dan Keju Pedas. Cahyadi menamakan jenis level dengan unik, agar gampang diingat oleh masyarakat. Selain itu juga bertujuan untuk meghibur.

Harga yang dipatok Cahyadi untuk keripik kentang ini adalah Rp 10.000 untuk kemasan kecil, kemudian Rp 20.000 kemasan 60 gr dan Rp 35.000 untuk kemasan 120 gr.

Saat ini Gajah Galau sudah bekerja sama dengan sejumlah pusat penjualan oleh-oleh di Depok. Seperti Pesona Rasa Margonda, Pusat Cemilan Akses UI, Aneka Rasa Depok Timur, Laros Pondok Sukmajaya Permai, Dia menyebutkan secara defacto Gajah Galau sudah diakui sebagai oleh-oleh Kota Depok oleh Walikota Depok.

Gajah Galau saat ini sudah memiliki ijin, P-IRT:51532760101165-19 dan memiliki label halal MUI LP-POM NO. 01121121741114.

Cahyadi juga membuka kesempatan untuk menjadi reseller Gajah Galau, caranya cukup membeli dua lusin keripik ukuran apa saja dan akan mendapatkan diskon 15% dan tercatat menjadi trial reseller.

 

Sumber : https://finance.detik.com/solusiukm/d-3526449/kena-phk-pria-ini-bisnis-keripik-beromzet-belasan-juta-sebulan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *