Ekspor Telur Ikan Terbang, Pria Ini Kantongi Omzet Rp 160 Miliar

Peluang Usaha Toko Alat Pancing dan tips memulainya
August 10, 2018
Kena PHK, Pria Ini Bisnis Keripik Beromzet Belasan Juta Sebulan
August 15, 2018

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank semakin fokus membiayai sektor Usaha Kecil Menengah berbasis Ekspor (UKME).

Salah perusahaan berskala UKME yang telah merasakan pembiayaan dari Indonesia Eximbank adalah PT Boddia Jaya. Perusahaan ini merupakan eksportir produk telur ikan terbang di Desa Boddia, Takalar, Sulawesi Selatan.

Direktur Utama Boddia Jaya, Parawansyah Dg. Lapang, mengatakan atas pembiayaan dari Indonesia Eximbank, perusahaannya bisa menampung hasil tangkapan telur ikan terbang dari seluruh nelayan di wilayah sekitar.

“Masyarakat di sini memang mata pencaharian utamanya dari telur ikan terbang. Jadi pembiayaan ini sangat dibutuhkan,” tuturnya di Takalar, Sulawesi Selatan, Rabu (5/4/2017).

Lapang mengatakan, saat ini pihaknya sudah membina 700 unit kapal nelayan di Desa Boddia. Lewat pinjaman awal Rp 75 miliar yang diberikan oleh Indonesia Eximbank 2 tahun yang lalu, Boddia Jaya kini tidak hanya bisa menampung hasil tangkapan, tapi juga bisa menyalurkan pinjaman kepada para nelayan.

“Kami bisa berikan pinjaman Rp 75 juta untuk modal awal nelayan. Itu untuk perbaiki kapal, sampai modal dia berlayar. Karena untuk menjaring telur ikan terbang bisa sampai 1 bulan berlayar,” imbuhnya.

Pola pembayarannya juga dibuat cukup mudah, pihaknya hanya mengenakan bunga 10% tanpa batas waktu yang diambil dari total hasil tangkapan yang dijual ke Boddia Jaya.

“Jadi misalnya dia tangkap hasil tangkapannya sampai Rp 100 juta kita potong Rp 10 juta, setelah itu kita potong Rp 75 juta pinjamannya, sisanya Rp 15 juta untuk mereka. Itu untuk modal awal,” terang Lapang.

Tahun lalu, Boddia Jaya mampu menyerap hasil tangkapan telur ikan terbang sebanyak 700 ton untuk satu musim. Dalam satu tahun ikan terbang hanya bertelur sepanjang Mei hingga September.

Hasil tampungan telur ikan terbang tersebut, dia ekspor ke Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan China, dengan harga jual US$ 40 per kilogram (kg) atau sekitar Rp 520 ribu (kurs Rp13.000). Menurut data Indonesia Eximbank, tahun lalu Boddia Jaya berhasil mengantongi omzet hingga Rp 160 miliar.

“Kita beli dari nelayan sekitar Rp 410 ribuan,” tukasnya.

Sumber : https://finance.detik.com/solusiukm/d-3466099/ekspor-telur-ikan-terbang-pria-ini-kantongi-omzet-rp-160-miliar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *