Sempat Jadi TKI, Kini Jadi Pengusaha Sukses

Gazan Azka Ghafara, Pemilik Usaha Zanana Chips: Sulap Modal Rp 1 Juta Jadi Omzet Ratusan Juta
July 9, 2018
Usaha Ini Cocok untuk yang Tinggal di Sekitar Pantai: Jasa Kamar Mandi!
July 11, 2018

Siapa sangka sosok dibalik Direktur CV. Arbain Jaya Mandiri ternyata dulunya pernah menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Sukarna pria asal Sragen Jawa Tengah pernah menghabiskan waktunya selama 2,5 tahun di Arab Saudi sebelum memutuskan untuk berwirausaha. Cita-cita Sukarna sebenarnya ingin menjadi dosen, untuk itu diapun berniat untuk melanjutkan studinya ke S 2 setelah sebelumnya menempuh pendidikan di Universitas Sebelas Maret (UNS) 1994 . Akan tetapi disisi lain Sukarna juga mendapat tuntutan dari orang tuanya agar segera bekerja.

Bekerja pun menjadi jalan satu-satunya yang dipilih Sukarna karena pada saat itu Sukarna belum memiliki biaya untuk melanjutkan studi S-2nya. Sukarna kemudian memutuskan untuk menjadi TKI di Arab Saudi karena menurut pertimbangannya selain bekerja di Arab Saudi ia juga dapat memperdalam ilmu agamanya. Setelah kembali ke tanah air Sukarna tidak langsung menjadi pengusaha. Ia terlebih dahulu menjadi seorang guru STM di Sukoharjo. Dengan profesinya ini pula ia memberanikan diri untuk menikah, karena waktu itu profesinya menjadi seorang guru sudah mampu untuk membiayai pernikahannya. Setelah lama berlalu menjadi seorang guru mulai menghantui pikiran Sukarna, pasalnya menjadi seorang guru bebannya sangat berat akan tetapi, gaji yang ia terima tidak sebanding.

Karena persoalan inilah Sukarna memutuskan untuk berhenti menjadi seorang guru dan kemudian mulai menjadi pengusaha. Usaha yang pertama kali ia jalankan adalah konveksi. Usahanya ini berjalankan dengan lancar hingga omset yang ia dapatkan mencapai Rp 20.000.000. Akan tetapi usahanya ini tidak bertahan lama itu dikarenakan mitra usahanya menunggak pembayaran. Karena menganggap usahanya ini telah gagal Sukarna pun mencari usaha lain, hingga terlintas dibenaknya untuk menjadi pengusaha “Madu”. Ia lalu menggunakan sisa modalnya untuk membelanjakan madu dengan harapan akan dijual kembali. Bahkan Sukarna tidak segan untuk menawarkannya kepada teman-temannya.

Sayang, usahanya itu tidak mendapat respon yang positif dari orang-orang sekitar, dengan alasan madu yang dijual Sukarna tidak terkenal dan belum memiliki merek. Hal lantas tidak menjadikan Sukarna menyerah begitu saja. Karena masukan yang ia terima dari orang-orang yang ia tawarkan untuk membeli madu yang ia jual Sukarna akhirnya memutuskan untuk membuat nama untuk madunya tersebut. Ia berfikir untuk memberikan nama kepada madunya denga nama yang mudah diingat, hingga akhirnya ia menemukan nama untuk madu yang ia jual yaitu Arbain. Nama itulah yang ia pakai sejak tahun 2002 hingga sekarang. Madu yang dulunya tidak mendapatkan respon yang positif dari masyarakat akhirnya mendapat respon positif.

Saat ini madu Arbain telah menghiasi toko-toko dan apotek-apotek hampir di seluruh Daerah Indonesia. Hingga akhirnya Sukarna dapat melanjutkan studi S-2nya seperti apa yang selama ini ia idam-idamkan. Bahkan sebentar lagi Sukarna akan mendapatkan gelar S-2nya di Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Sumber : https://medium.com/@agenmaduarbain/sempat-jadi-tki-kini-jadi-pengusaha-sukses-8f4cbb2fc602

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *