Menyulap Garut Jadi Kota Cokelat untuk Dunia

Usaha Ini Cocok untuk yang Tinggal di Sekitar Pantai: Jasa Kamar Mandi!
July 11, 2018
Modal Rp 300.000, Pria Ini Bisnis Jeans Beromzet Rp 300 Juta/Bulan
July 13, 2018

Hampir semua wisatawan yang pernah berkunjung ke Garut, Jawa Barat, pasti pernah melihat gerai atau produk Chocodot. Selain gerai yang besar dan selalu ramai, produk olahan Chocodot dengan bungkus yang menarik juga dapat dengan mudah ditemui di gerai oleh-oleh Garut.

Chocodot memang produk asli Garut yang kini menjadi produk nasional. Dijual di toko buku Gramedia hingga gerai oleh-oleh di kota besar seperti Bandung, Bali, dan Makassar. Kesuksesan Chocodot dimulai dari kenekatan Kiki Gumelar, Direktur PT Tama Cokelat Indonesia (nama perusahaan Chocodot).

“Dulu saya pegawai, tahun 2009 saya memutuskan untuk keluar kerja. Modalnya kartu kredit dan satu orang karyawan,” kata Kiki saat ditemui di acara Chocotober Fest di Mal Taman Anggrek, Kamis (19/10/2017).

Kiki yang awalnya bekerja di Yogyakarta memutuskan untuk pulang kampung ke Garut dan membuka usaha.

“Saya nggak sengaja nyemplungin dodol ke cokelat, saya bawa ke Garut, jualan. Beberapa nolak karena dianggap aneh kenapa ada cokelat isi dodol,” cerita Kiki.

 

“Saya punya keyakinan saya bisa mengembangkan cokelat di Kabupaten Garut. Apalagi Garut ini ternyata kota di Indonesia yang pertama kali ada industri cokelat. Saya juga punya cita-cita menjadikan Garut sebagai Kota Cokelat,” jelas pria kelahiran 17 November 1980 itu.

Delapan tahun merintis usaha dengan segala jatuh bangunnya, kini Kiki mengembangkan Chocodot tak hanya sebagai produsen cokelat. Ia bahkan menyediakan wisata khusus cokelat, merintis kafe dan bakery khusus cokelat, serta mendirikan museum cokelat di Garut.

 

Dari modal pinjam dan pegawai yang hanya seorang, Chocodot kini mempekerjakan 200 orang pegawai dan mengolah 20-30 ton produk cokelat dalam sebulan. Semuanya didistribusikan di seluruh Indonesia.

“Kita itu negara penghasil kakao (bahan baku cokelat) terbesar ketiga di dunia. Pemain kakao itu masih sangat sedikit di Indonesia. Banyak juga yang belajar cokelat ke Garut. Saya bersyukur Chocodot bisa berkembang terus dan ingin mengajak pengusaha-pengusaha daerah bisa ‘mencokelatkan’ Indonesia,” ungkap Kiki.

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2017/10/22/menyulap-garut-jadi-kota-cokelat-untuk-dunia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *