Presdir K-Link Radzi Saleh: Bisnis Dunia Akhirat

Mengenal Lebih Dekat Aliko Dangote, Miliarder Kulit Hitam Terkaya
June 13, 2018
Lubna, Muslimah Pengusaha Paling Berpengaruh
June 15, 2018

Untung dunia dan akhirat. Itulah prinsip bisnis yang dikembangkan oleh Presiden Direktur K-Link Indonesia, Md. Radzi Saleh. Dia menanamkan pentingnya dakwah agama melalui bisnis.

Membangun K-Link Indonesia sejak 2002, kini member Multi Level Marketing itu mencapai dua juta, 300 ribu di antaranya merupakan member aktif. Tapi Radzi merasa baru mencapai tahap bagus. Belum jadi yang terbaik. Inilah bahan bakar untuk berpikir memajukan bisnis.

Radzi sadar betul, dunia terus berubah. Dia tak mau tergerus zaman. Pergeseran pasar pun terus dia sambut dengan berbagai inovasi untuk memasarkan produk kesehatanmakanan, minuman, dan kecantikan, mereka.

Ladies, Syariah, Online. Atau disingkat LSO. Strategi ini jadi senjata baru. Bukan hanya sekadar untuk bertahan, tapi juga membesarkan bisnis K-Link. Mewujudkan mimpi jadi yang terbaik.

Ladies. Dialah pengendali dapur keluarga. Bila perempuan sudah bisa dipengaruhi, besar kemungkinan diikuti angota keluarga lainnya. Wanita adalah pasar setia. “ Wanita itu 60 sampai 70 persen lebih loyal daripada lelaki,” kata Radzi.

Radzi juga turut menyelami pasar Syariah. Potensinya besar. Penduduk Indonesia, kata dia, sekitar 261 juta. Sekitar 80 persen, Muslim. Tapi dia melihat pemerintah belum all out mengelola sektor Syariah. Bagi dia, mengembangkan sektor Syariah hukumnya fardu kifayah.

“ Kalau kita tidak all out memperkenalkan kepada yang lainnya, kita akan merasa dosa. Ini pemahaman saya,” ujar dia.

Dia juga tak gagap dengan dunia online. K-Link bukan satu-satunya pemain online. Bukan pula yang pertama. Tapi Radzi punya kunci untuk ikut menikmati kue bisnis online ini. “ You must upgrade quality.”

Sukses tidak membuat Radzi berhenti ebrmimpi. Kini dia mulai merintis Islamic boarding school di kawasan Sentul. Mulai tingkat paling dasar. Di sinilah dia ingin menegaskan cita-cita berbisnis sambil berdakwah.

“ Saya mau untung, tapi saya mau untung dunia akhirat. Ini yang saya titik beratkan pada Islamic boarding school,” tutur Radzi.

Dua windu sudah K-Link Indonesia berkiprah, selama itu pula mereka harus jatuh-bangun untuk tetap bertahan hingga kini. Bagaimana kisah perjalanan mereka? berikut wawancara jurnalis Dream.co.id, Arie Dwi Budiawati, dengan Presiden Direktur K-Link Indonesia.

K-Link Indonesia sedang menggencarkan Ladies, Syariah, Online (LSO), seperti apa konsepnya?

Kalau bicara online, yang baru-baru ini, masyarakat berbicara tentang banyak hal. Di dunia saat ini yang pasti online. Salah satu penggemar smartphone yang paling banyak itu Indonesia. Indonesia memiliki potensi yang besar tentang online.

Kalau kita bicara online, ada bermacam-macam. Saya membandingkan Indonesia dan Malaysia tentang jalan tol. Sebenarnya Malaysia belajar dari Indonesia tentang jalan tol. Dulu, Indonesia yang lebih dulu belajar tentang jalan tol. Tapi, sekarang, tol di Indonesia baru 900 kilometer, di Malaysia sudah 7 ribu kilometer. Jadi, untuk menyambungkan satu profesi satu dari yang lain, memang sulit.

Saya yakin Menteri Sri Mulyani dan menteri lain fokus kepada online sebagai salah satu bentuk “ tol”, berhubung dengan setiap pulau. Memang kita bicara online, Indonesia merupakan market yang paling besar. Sebelum benda ini disadari oleh orang lain, kita harus benar-benar ke sana. Oleh sebab itu, kita bukan hanya buat online, tapi juga buat program-program. Kita permudahkan member-member kita kalau bicara online.

Ladies pula sampai orang mengatakan wanita ini adalah penduduk dunia terbesar. Kalau kita bicara candaan, lebih gampang kita dapat combine istri, itu satu rumah yang tercombine. Kalau suami, cuma suami yang ke combine, berpengaruh terhadap semua hal. Apalagi kalau bicara wanita, wanita yang lebih hebat. Ini adalah kekuatan wanita. Kalau bicara marketing, wanita lebih hebat. Kalah, lah, lelaki. Kalau lelaki, banyak pakai fact. Kalau wanita, pakai emosi. Emosi ini sebenarnya bisa mempengaruhi data. Kalau kamu enggak ikut saya, dia mulai masam. Harus diakui, dalam bisnis, memang kalau bisa dapat lebih banyak member wanita yang bergabung, kita akan lebih sehat.

Tahap loyalitas wanita dan lelaki itu beda. Wanita itu 60-70 persen lebih loyal daripada lelaki. Dia dapat lebih kontrol, nyaman, senang, dan benar-benar loyal.

Bagaimana dengan konsep Syariah?

Saya melihat figur 2017, penduduk Indonesia kurang lebih 261 juta jiwa dan 70-80 persen adalah Muslim. Program-program syariah tidak terlalu gencar. Kita melihat di posisipemerintah, tidak turun tangan secara langsung, (tidak) all out. Berbeda dengan Malaysia, pemerintah turun tangan untuk memperkenalkan syariah, termasuk membuat suatu badan pemerintah untuk produk halal, mempromosikan bisnis syariah, bermacam-macam, dan bujet untuk iklan syariah, sehingga rakyat itu benar-benar dikasih pemahaman tentang syariah.

Kalau tidak, nanti orang yang non Muslim merasa syariah adalah Islam dan mereka akan terpinggir. Tapi, kalau diberikan penjelasan yang sebenarnya seperti di Malaysia, orang yang non-Muslim pun akan ikut syariah karena dia lebih mementingkan kenyamanan, keselamatan, dan keuntungan yang adil. Ini syariah yang sebenarnya.

Kalau seperti ini diekspos, pasar Indonesia akan besar. Melihat “ kekosongan” ini, pihak saya dengan cara saya, membuat program-program apa dan sebagainya. Kita rangkul ustaz. Dia tidak bicara K-Link, tapi kita sisipkan saja. Jadi, kita memperkenalkan.

Dalam jangka panjang, apa yang kita akan lakukan kepada ustaz. Kita akan mengambil mereka untuk menjadi satu penjelasan kepada masyarakat. Pengaruh mereka cukup besar. Mereka punya banyak pengikut berapa banyak, termasuk di Malaysia. Kalau kita bisa sudah bisa kolaborasi seperti ini, ini akan membumikan syariah. Kalau masing-masing kerja sama dan berikan explanation kepada masyarakat. Bagi saya, syariah ini fardu kifayah. Kalau kita tidak all out memperkenalkan kepada yang lainnya, kita akan merasa dosa. Ini pemahaman saya.

Seberapa besar pasar halal di Indonesia?

Kalau bisnis potensial di Indonesia adalah dua hal: halal business dan online business. Ini potensinya besar karena penduduknya sangat banyak. Untuk pemerintah siapkan lowongan pekerjaan, terlalu sulit. Mereka memiliki kreativitas. Kita tidak hanya memberikan landasan online, tapi kita kemas dengan berikan ruangan khusus untuk online. Misalnya lantai 7 (K-Link Tower). Ada tempat bersantai. Itu anak muda untuk bersantai di situ. Coworking space. Itu berikan dorongan.

Kalau bicara soal syariah, kita bicara ambil dalam satu yang negatif akan negatif, satu yang positif, akan positif. Orang Islam bicarakan hukum halal dan haram, dikaitkan dengan perintah Allah dan Rasulullah, orang Islam sama saja sholat dan tidak sholat akan bersatu. Kalau bicara jihad, ini akan bersatu. Kadang kala macam saya bercanda dengan teman-teman, kalau bicara tentang Yahudi, merobohkan Masjidil Al Aqsa, orang Islam bersatu untuk berdemonstrasi. Inilah salah satu kekuatan orang Islam. Kalimat La Illaha Ilallah.

Jangan kita buat kepentingan sepihak karena kita sudah paham syariah ini bukan hanya perkara yang satu dilakukan, tetapi wajib dilakukan. Inilah yang harus kita berikan pemahaman kepada masyarakat Muslim dan Muslimah. Supaya tidak memberikan kebingungan kepada yang non-Muslim, kita harus memberikan pemahaman. Ambil contoh di Malaysia, banyak non-Muslim yang memberikan syariah karena memberikan keamanan. Misalnya, perbankan. Mereka pilih syariah karena merasa uang mereka selamat.

Saya mau suatu hari nanti, kalau mereka (non-Muslim) bergabung dengan syariah, mereka akan berpikir tidak ada penipuan. Nah, saya mau ke arah begitu, selamat. Nah ini yang sedang kami kerjakan. Insya Allah saya yakin dengan izin Allah. Kalau kita lakukan, Insya Allah, karena lillahi ta’ala, Allah akan memberikan jalan. Ini yang sedang saya gerakkan. Dewan Pengawas Syariah sedang meeting bersama ustaz. Walaupun bukan ustaz, saya bisa memberikan kontribusi dalam sudut financial untuk mengembangkan syariah di Indonesia.

Produk K-Link sudah mengantongi sertifikat halal?

Jadi, begini, untuk mendapatkan sistem syariah, salah satu syarat dari marketing plan, produk harus halal. Sebelum ini, halal di negara yang bersangkutan, misalnya Malaysia dapat JAKIM. Pemerintah di Indonesia, produk harus di-endorse oleh Majelis Ulama Indonesia dan Jabatan Agama. Kita mengikut program mereka dan untuk mendapatkan halal itu, apa lagi dengan produk yang benar. Tahap registrasi. Kalau bicara tentang produk, beda dengan pakaian, makanan. Kalau makanan, tidak hanya prosesnya, tetapi juga subline-nya. Kita kadang-kadang terkendala di situ. Misalnya, daging ikan. Enggak hanya pabrik, tapi juga supply ikan. Kadang-kadang kita berpikir bagaimana nelayan mendapatkan sertifikat halal.

Alhamdulillah, produk-produk kami, apalagi yang berkaitan dengan konsumsi—makanan dan minuman, sudah melalui proses halal.

Apa saja produk unggulan K-Link?

Wah, banyak. Kami ini ada lebih dari 200 produk. Ada yang dari kesehatan, makanan dan minuman, kecantikan. Ada untuk produk cuci pakaian, piring, dan sebagainya. Target saya, Insya Allah orang bergabung dengan K-Link adalah kenyamanan. Kalau dia nyaman dengan produk kecantikan, dia akan ke produk kecantikan. Kalau senang dengan kesehatan, dia akan fokus ke suplemen. Intinya, untuk berbelanja dan marketing di K-Link, tidak sulit. Apalah kita tambah kemudahan produk, facilities seperti pulsa telepon. Baru-baru ini kami joint dengan XL.

Suatu hari nanti, kami akan masuk ke asuransi syariah. Kami bisa melihat apa yang mereka dapati dengan asuransi syariah karena kami produk syariah saja.

Ada kesulitan memasuki pasar halal untuk kesehatan?

Saya begini. Market kita sudah berjalan dengan cara Syariah atau tidak Syariah. Tidak berbeda karena kita tidak melakukan suatu perkara yang berbeda. Yang berbeda adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat Indonesia mengapa harus bergabung dengan K-Link karena produl K-Link halal. Ini sudah kita lakukan dari tahun 2002. Cuma sekarang ini lebih kepada memberikan penekanan kepada syariah. Cuma waktu itu belum ada sertifikat syariah (sertifikat halal).

Member K-Link Indonesia sekarang berapa?

Keseluruhan ada 2 juta. Tapi, yang aktif kurang lebih hanya 300 ribu.

Ada target member?

Jadi, begini. Di K-Link ada leader club. Target kami, setiap member yang bergabung di K-Link adalah masuk ke leader club. Leader club itu ada tahap-tahapnya. Yang paling rendah itu ada seller leader club. Itu penghasilan minimal 7 juta per bulan. Yang paling tinggi 80 juta per bulan.

Kita targetkan peningkatannya 15 persen per bulan dalam new member, omzetnya.

Yang 15 persen itu tahun ini?

Ya, tahun ini. (Peningkatan 15 persen) daripada tahun kemarin. Kemudian kalau dalam sudut presentasi, pecahan market, target member kita LSO (ladies, syariah, online), Insya Allah mencapai tahun 2020 adalah 70 persen kontribusi K-Link dari LSO. Kita all out sekarang karena ini adalah future market. Ya, mungkin tahun ini tidak banyak karena target market kita 15-20 persen. Saat ini, LSO memberikan kontribusi 30 persen.

Bisakah disebutkan target omzetnya?

Omzet, saya enggak mau. Nanti orang bilang riya’. Itu sensitif bicara tentang omzet.

Bagaimana strategi untuk mencapai target 15 persen?

Kita punya program-program yang tertentu. Untuk mendapat angka 15 persen, tahap yang pertama adalah pertambahan new member. Dari new member, ini akan berdampak kepada omzet. Selain pelatihan, kita juga mengadakan promosi-promosi untuk mencari new member dan kita lakukan.

Adakah range usia untuk new member, apakah usia 30 tahun ke atas atau bagaimana?

Begini, online ada divisi online, syariah ada di divisi syariah, ladies ada divisi ladies. Mereka itu ada sasaran target usia. Kalau bicara online, pastinya targetnya adalah anak-anak muda. Mereka itu dikaitkan dengan target.

Berapa persentase member di K-Link Indonesia?

Tahun 2018 belum tahu detail yang sebenarnya. Tapi, dari K-Link berdiri di Indonesia, 70 persen laki-laki dan 30 persen wanita. Tahun 2017 saya melihat 40-45 persen adalah wanita. Jadi, pertumbuhan (member) wanita tahun ini lebih banyak 3 kali daripada lelaki melalui program-program yang kita jalankan.

K-Link Indonesia sudah berdiri sejak 2002. Bagaimana bisa bertahan hingga saat ini?

Kalau kepada saya, itu kehendak Allah. Tapi, yang pertama, awalnya, kita paham orang bercerita tentang MLM (multi level marketing), sering kali orang berbicara tentang income, penghasilan, tentang mengejar income. Saya melihat itu adalah sebuah masalah. Makanya, saya memperingatkan mereka: kita tidak membicarakan uang, tetapi karier. Karena kesederhanaan ini, K-Link bertahan. Hubungan antara satu leader dengan leader lain ini dekat.

Kalau di MLM lain, kadang-kadang kumpulan ini, kumpulan lain enggak kumpul lain, nanti bisa jadi dicuri idenya. Kalau di K-Link tidak. Saya satukan mereka dengan satu wadah melalui K-system. Unity is power, (itu kedua).

Yang ketiga, saya memikirkan ada future program. Sebelum orang bilang “ hujan”, Insya Allah saya mempersiapkan payung. Saya memprediksi jelang 2020, sudah ada contoh. Dari investasi untuk online itu besar dari bank-bank dunia, khususnya di Indonesia. Ini adalah contoh yang nyata bahwa Indonesia fokusnya ke situ. Laporan seperti Grab, Gojek, dengan itu, Tokopedia yang mendapat dukungan dengan bank-bank dan sebagainya. Ini adalah future kita. Terutama pemerintah punya future online. Ini adalah program kita.

Saya melihat sering kali (ada) kekurangan ketika menggalakkan umat Islam berbisnis. Saya mengambil kesempatan di situ. Dakwah tidak selalu sholat dan puasa, tetapi juga berbisnis. Berbisnis adalah sunah Rosul. Sukses ini adalah sebuah ibadah juga.

Sejak didirikan 2002, bagaimana kisah jatuh-bangun K-Link Indonesia?

Kalau hambatan itu banyaklah. Hambatan dan tantangan.

Misalnya?

Banyaklah. Kadang-kadang saya merasakan saya enggak mampu arungi ini. Tapi, sebab itulah manusia memerlukan kekuatan. Kekuatan itu muncul ketika manusia memerlukan. Contohnya, kami pernah bermasalah dengan Bea Cukai karena mereka merasakan bahwa produk kita seperti under decleare. Jadi, sebelum kami explain, mereka sudah kontrol hukum. Tapi, akhirnya kami lalui dengan banding. Banyak perkara.

Kadang-kadang deal dengan konsumen ini tidak semestinya apa persetujuan dengan BPOM. Kita menceritakan produk suplemen. Kami bukan suplemen, bukan obat. Tapi kadang-kadang di register ini, create mereka becerita semacam obat. Macam, kadang-kadang ada kasus. Contohnya, orang mau meninggal dunia, idap penyakit kronis, akhirnya dia ambil foto produk kami, diekspos. Gara-gara produk ini, dia meninggal dunia. Ini sudah saya alami. Tapi, memang harus kita hadapi.

Saya begini, Insya Allah, menghadapinya bukan dengan uang, tetapi fakta. Lagi bagus, saya rugi sedikit. Saya lebih kepada menegakkan kebenaran daripada menutup mulut orang. Itulah intinya. Bukan salah mereka, kok, tapi terpancing janji-janji manis. Apalagi orang bilang pohon yang tinggi angginya kuat. Saya siap. Alhamdulillah, kami bisa hadapi. Prinsip saya jujur dan tetap semangat.

Selama ini, K-Link menjual barang dengan konsep MLM dan direct selling. Dengan menjamurnya e-commerce, apakah jadi hambatan?

Bagi saya itu simpel. Yang menjatuhkan kita bukan kompetitor, tapi kualitas. You must upgrade quality. Dalam satu sisi, membicarakan e-commerce. Perbedaan e-commerce mereka dan kami adalah kita persiapkan yang terbaik. Bagi saya, market sederhana. You harus mempertingkatkan kualitas you.

Jadi, e-commerce bukan masalah?

Buat saya, bukan masalah. Contohnya, you buka butik. You mau buka di tempat yang ada butik atau tidak ada butik? Pasti buka di tempat yang ada butik. Itu untuk membuat semangat membangun. Ambil positif. Kalau membuka butik, kemungkinan orang tidak tahu. Kalau membuka di tempat yang tidak ada butik, kemungkinan orang akan tahu kalau ada butik. Memang di situ ada customer dan pelanggan. Tapi, bagaimana caranya untuk meramaikan butik kamu? Harus ada different dengan butik lain.

Sama dengan e-commerce. Mereka e-commerce, kita e-commerce. Bedanya, kita adalah e-commerce MLM. Ada satu perbedaan yang harus kita lakukan. Itu cara-cara kita berpikir.

Katakanlah K-Link lancar, omzet terus naik, saya seminggu sekali masuk kantor. Karena ini, saya masuk kantor, saya bertenaga. Walaupun di dalam banyak masalah macam-macam, saya harus bertenaga di luar. Padahal, usia saya sudah 59 tahun.

Apakah ada tips menjalankan bisnis dan menjaga K-Link Indonesia tetap eksis?

Kalau bicara tentang saya, saya sering mengatakan kita belum menjadi yang terbaik. Ini semacam motivasi buat saya, motivasi untuk berpikir. Saya merasakan bahwa musuh terbaik terhadap peningkatan seseorang bahwa dia sudah excellent, kecemerlangan. Eh, musuh yang terbesar. Saya merasa saya belum cemerlang. Saya merasa saya baru masih di tahap bagus. Masih ada tahap-tahap yang harus dilalui. Kita masih belum yang terbaik. Semangat terus, mikir terus.

Yang ke dua, something about hati. Kadang saya marah dengan diri saya. Lama-lama saya ridho, mungkin jalan Tuhan memang begini. Kalau bonus member saya jatuh, kadang-kadang saya sedih. Kalau bonus mereka naik, saya senang. Ini memang jadi sikap saya begitu. Di saat mereka jatuh, saya sedih. Di saat mereka naik, saya bahagia. Ketika mereka sedang membutuhkan sesuatu, Insya Allah saya ada.

Apa harapan K-Link Indonesia ke depan?

Harapan saya satu saja. Saya ingin menjadikan K-Link ini sebagai suatu tempat bagi warga Indonesia yang ingin berkarier. Saya menitikberatkan kepada pelatihan. Kalau bicara berbisnis, saya ingin berdakwah. Kalau bicara tentang ekspansi, Insya Allah kami akan mendirikan Islamic boarding school, dari sekolah rendah sampai sekolah tinggi di Sentul yang berkualitas dan dengan tenaga pengajar dari England. Sebenarnya memang sekolah di Sentul sedang dibangun. Sekolah rendah itu dari sekolah dasar.

Apakah sekolah itu ada asrama?

Enggak. Ada shuttle dari sini. Kalau di sini, ada lantai 11. Lantai 11 sudah dikosongkan. Ini impian yang terlaksana. Insya Allah. Saya mau berbisnis, tapi mau berdakwah. Saya mau untung, tapi saya mau untung dunia akhirat. Ini yang saya titik beratkan pada islamic boarding.

Sasarannya?

Masyarakat Indonesia. Kita open. Kalau kita bicara pendidikan menengah, Insya Allah kita akan perkenalkan sistem Oxford. Insya Allah akhir tahun kita launching. November-Desember kita launching.

 

Sumber : https://www.dream.co.id/dinar/presdir-k-link-radzi-saleh-bisnis-dunia-akhirat-180417p.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *