Berbisnis Kacamata Frame Kayu Ala Rewood

Lizzie Parra, Influencer yang Sukses Bangun Brand Kosmetik Sendiri
June 22, 2018
Ide Usaha Buat Kamu yang Masih Muda
June 23, 2018

Semakin populernya penggunaan kacamata kayu di kalangan anak muda dan tokoh masyarakat, membuat bisnis ini semakin bergeliat. Terutama saat melihat omzet per bulannya yang bisa mencapai ratusan juta, mendorong banyak orang untuk mencicipi bisnis yang serupa.

Sayangnya, tidak semua daerah memiliki sumber daya bahan baku dan sumber daya manusia yang bisa digunakan. Terutama di kota-kota besar yang tidak memiliki industri di bidang perkayuan.

Tetapi, jangan khawatir. Sekarang, siapa pun dan di mana pun Anda berada, sudah bisa ikut mencicipi manisnya bisnis pembuatan kacamata kayu dengan memproduksi bingkai dengan sistem maklun.

Imam Khifni, pemilik Rewood Wooden Sunglasses menerima pembuatan frame kacamata kayu dengan merek yang diinginkan konsumen. Harga yang ditawarkan juga lebih rendah dibandingkan dengan produk eceran buatannya.

Agar bisa membuat kacamata di tempatnya, klien harus memesan minimal 200 buah kacamata dalam jangka waktu kontrak selama enam bulan. Setelah enam bulan berjalan, maka kerja sama tersebut akan dievaluasi apakah bisa dilanjutkan atau berhenti.

Saat ini, Rewood telah melayani jasa maklun kacamata untuk klien di Singapura sejak Pertengahan tahun lalu, dan klien dari Bandung sejak Januari 2015.

Harga yang dipatok untuk pembuatan kacamata kayu tersebut berada pada kisaran Rp600.000 hingga Rp700.000 per buahnya. Harga tersebut sudah termasuk jasa grafir merek pada bingkai kacamata.

“Proses pemesanannya tidak perlu langsung 200 buah, yang penting bisa mencapai 100 buah tiap bulan. Jadi misalnya pesan satu lusin dulu tidak apa-apa, asal kuotanya tercukupi,” katanya.

Imam mengaku sudah banyak klien dari berbagai kota dan negara yang tertarik untuk menggunakan jasa maklun kacamata kayunya, hanya saja dia terpaksa menolak dan membatasi klien mana saja yang bisa diajak bekerja sama.

“Kapasitas produksi kami terbatas, jadi kami harus selektif dan memilih klien yang benar-benar berkomitmen dalam bisnis ini,” katanya.

Selain memproduksi pesanan kacamata maklun, dalam sebulan Imam juga bisa membuat hingga 100 kacamata kayu dengan merek Rewood, yang dijual secara online melalui website kacamatakayu.com. Untuk kacamata dengan merek Rewood dibanderol dengan harga Rp728.000-Rp1,5 juta.

“Setiap pembuatan kacamata kami lakukan secara presisi, didukung oleh tenaga ahli yang sudah berpengalaman,” katanya.

Pria yang berdomisili di Tegal tersebut mengatakan permintaan terhadap produk kacamata kayu tersebut cenderung terus meningkat sejak akhir 2013 hingga saat ini. Hal itu juga didorong oleh semakin banyak pemain yang bermain pada lahan yang sama.

“Waktu saya mengawali bisnis pada akhir 2011, banyak orang yang belum tahu sehingga responsnya kurang baik. Sekarang semua sudah tahu dan tertarik, sehingga permintaan juga terus meningkat,” katanya.

Meskipun persaingan di bisnis ini mulai terasa, Imam mengaku peluang usahanya masih terbuka lebar. Pasalnya, masih banyak daerah di Indonesia yang pasarnya belum tersentuh, seperti di kawasan Sumatra dan Indonesia timur.

“Kalau saya petakan, kacamata kayu baru terkenal di sekitar lima kota besar di Indonesia, dan daerah selain itu masih bisa dikembangkan menjadi pasar baru,” katanya.

Untuk itu, Imam pun akan terus melakukan inovasi dalam urusan bahan dan desain, sehingga bisa diterima lebih banyak konsumen, dan tidak akan tertinggal oleh produsen kacamata kayu lainnya.

Sumber : http://entrepreneur.bisnis.com/read/20150407/263/420018/berbisnis-kacamata-frame-kayu-ala-rewood

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *