Kisah Sukses Pemilik Bisnis Waralaba Donat Madu Cihanjuang

Nekad Keluar Kerja dari Bank, Sempat Jualan Jilbab dan Es Teh
May 16, 2018
9 Tips Membangun Bisnis Merek Sendiri ala Millennial
May 18, 2018

Kue berbentuk bulat dan kadang-kadang dibuat dengan lubang di tengah atau dikenal dengan nama donat itu semakin populer di Tanah Air. Jumlah pelaku bisnis donat itu sudah tidak terhitung banyaknya. Mulai dari pedagang kelas kaki lima, kelas gerai, hingga kelas restoran.

Ramainya penjaja donat juga menggambarkan ketatnya persaingan di bisnis ini. Tidak ada pemain baru di bisnis ini. Ridwan Iskandar dengan isterinya Fanina Nisfulaily  dengan berani ikut nimbrung di bisnis donat. Pasangan ini mempunyai racikan baru dengan menambahkan madu pada adonan donat. Butuh waktu satu tahun bagi mereka meracik donat dengan campuran madu. Ridwan menggunakan madu asli Sumbawa.

 

Setelah diuji coba dengan hasil meyakinkan, pasangan ini pun memberanikan diri membuka gerai di Jalan Cihanjuang Nomor 158 A Cimahi, Jawa Barat, Mei 2010 lalu. Karena itu donat mereka diberi nama Donat Madu Cihanjuang.

Walaupun terbilang baru, Donat Madu Cihunjang ternyata cocok di lidah warga Cimahi. Saat ini, Ridwan telah memproduksi 27 varian donat, di antaranya rasa almond, durian, pisang, abon, choco crispy, lemon, dan lainnya.

Setahun beroperasi, Ridwan memutuskan untuk mengembangkan usaha dengan cara kerja sama kemitraan. Tiga mitra pertama Donat Madu Cihanjuang mulai beroperasi April lalu, yakni di Depok, Bogor, dan Cinere. Ridwan menilai, kemitraan perdana ini berjalan sukses. Sebagai bukti, tiga gerai itu semuanya ramai pengunjung.

Ridwan ingin mengembangkan usaha dengan cara waralaba sejak Juli 2011 lalu. Ridwan membuka waralaba hanya dengan investasi sebesar Rp 10 juta. Nilai investasi itu untuk mendapatkan hak atas penggunaan merek Donat Madu Cihanjuang, pelatihan karyawan, serta biaya promosi.

Setelah beroperasi, investor harus membayar royalty fee 9% dari total omzet per bulan. Adapun untuk kebutuhan peralatan kerja, seperti mesin pembuat adonan, interior gerai, etalase donat dan tempat usaha harus disediakan oleh terwaralaba. Peralatan dan tempat sepenuhnya dari investor. Untuk bahan baku donat, sepenuhnya disediakan Ridwan atau pemilik waralaba. Bahan baku dibeli Rp 7,5 juta untuk kebutuhan satu bulan.

Saat ini Ridwan sudah mempunyai empat gerai waralaba. Keempat gerai terwaralaba Donat Madu Cihanjuang itu ada di Situ Gintung, Lenteng Agung, Cireundeu, dan Tanjung Barat. Untuk menjaga kualitas dan cita rasa donat tetap prima, Ridwan mempersiapkan sistem manajemen kontrol untuk seluruh gerai Donat Madu Cihanjuang. Ridwan mengontrol mulai dari kebersihan dan juga pelayanan di masing-masing gerai. Ridwan merekrut dua karyawan khusus bagian kontrol ini.

Gerai waralaba Donat Madu Cihanjuang bisa balik modal dalam waktu lima sampai enam bulan. Agar cepat balik modal, investor setidaknya mesti menjual empat paket adonan atau setara dengan 300 potong donat dengan omzet Rp 900.000 per hari atau setara dengan Rp 27 juta per bulan. Setiap potong donat dijual seharga Rp 3.000 per potong. Rully Lamryana, pengelola gerai Donat Madu Cihanjuang di Bogor mengaku sudah bisa menjual sebanyak 600 donat dengan omzet Rp 1,8 juta per hari atau Rp 54 juta per bulan.

Dalam waktu dekat ini akan ada tujuh calon terwaralaba Donat Madu Cihanjuang lagi. Namun, Ridwan mengaku tidak mau gegabah mencari terwaralaba baru. Ridwan harus memastikan lokasi dan tempat usaha mitra dulu.

 

Sumber : https://bisniswaralaba.id/kisah-sukses-pemilik-bisnis-waralaba-donat-madu-cihanjuang/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *