Aliko Dangote, Dipuji sebagai Pebisnis Nasionalis

Profil Tan Sri Syed Mokhtar Shah bin Syed Nor Al-Bukhary
February 5, 2018
5 Tips Berwirausaha Rumahan Agar Sukses
February 7, 2018

APA yang dicatat Dangote merupakan sejarah bagi Nigeria. Dangote merupakan satu dari dua pengusaha asal Afrika yang masuk 1.125 daftar orang terkaya di dunia versi Forbes.

Jika Aliko Dangote menduduki peringkat 334 dunia, orang Afrika kedua adalah pengusaha emas asal Afrika Selatan Patrice Motsepe dengan peringkat 503 dunia.

Dangote yang lahir di Kano, Nigeria, pada 1957 itu merupakan pendiri dan presiden Dangote Group yang beroperasi di Nigeria dan sejumlah negara lain di Afrika barat. Bermodal utang dari pamannya, Sanusi Dantata, pada usia 21 tahun, Dangote sukses membangun imperium bisnis terbesar di Nigeria. Sumber kekayaan Dangote yang disebut Forbes terus tumbuh adalah bisnis gula, tepung terigu, dan semen.

“Miliuner pertama Nigeria itu menuai keuntungan berlipat ketika perusahaan gulanya tercatat di bursa saham tahun lalu,” tulis Forbes.

Seorang sumber harian Thisday menyebut, kekayaan Dangote sebenarnya lebih dari USD3,3 miliar sebagaimana dilansir Forbes. Dasar pernyataan ini,sumber data Forbes tidak mencakup perusahaan yang belum terdaftar di bursa seperti bisnis terminal pelabuhan, bisnis transportasi,serta minyak dan gas.

Menurut sumber itu, Forbes hanya mencatat data dari perusahaan yang sudah terdaftar di bursa. Mendapat predikat orang terkaya di Afrika, Dangote mengaku bersyukur. Dia yakin pada tahun-tahun mendatang akan lebih banyak lagi miliuner asal Nigeria.

“Negara ini sudah berjalan pada arah yang benar. Saya sangat yakin, akan banyak orang kaya dari negara ini. Nigeria sudah memiliki 100 miliuner dan tahun depan akan ada lima orang yang masuk daftar (Forbes),” katanya dikutip Thisday.

Optimisme Dangote itu sejalan dengan daftar versi Forbes tahun ini, yang untuk pertamakalinya menyertakan miliuner dari seluruh benua. Satu hal yang menjadi kekuatan Dangote hingga dipuja di negaranya adalah nasionalismenya yang tinggi. Suatu waktu, dia pernah berkata.

“Jika Anda memberiku uang USD5 miliar hari ini, saya tidak akan menanamnya ke luar negeri. Saya akan tanamkan semuanya di Nigeria. Setelah itu mari kita bekerja bersama,” ajaknya.

Dia juga berkali-kali mengatakan bahwa kesempatan berbisnis di Nigeria sangat besar.Dia pula pebisnis yang sering mengimbau agar para pemuda di negaranya belajar untuk menjadi pengusaha. “Anda semua harus meyakini ini,masa depan negara ini ada di tangan kita.Kesempatan di sini sangat besar,hingga saya sendiri tidak mengerti harus mulai dari mana,” kata pria yang mengenal dagang sejak usia delapan tahun itu.

Walau demikian, tidak sedikit yang menyebut kedekatannya dengan penguasa sebagai salah satu resep sukses bisnis Dangote.Selama ini dia dikenal sebagai pendukung fanatik mantan Presiden Nigeria Olusegun Obasanjo dan Partai Rakyat Demokratik (PDP) yang berkuasa.

Alumnus Al-Azhar University, Kairo, itu mengontrol sebagian besar komoditas perdagangan Nigeria melalui perusahaan, didukung koneksi politiknya. Jaringan koneksinya di Nigeria sangat luas sehingga gurita perusahaan sulit ditaklukkan para pesaingnya. Dangote Group awalnya merupakan sebuah perusahaan perdagangan kecil yang didirikan Dangote pada 1977.

Namun, berkat kepiawaian bisnis ditambah kemampuan lobi, perusahaan itu tumbuh menjadi konglomerasi yang beroperasi di Benin, Ghana, Nigeria, danTogo. Bisnis Dangote termasuk perusahaan pembuat makanan, pabrik semen, dan pengangkutan. Dangote Group juga mendominasi pasar gula di Nigeria karena Dangote menjadi pemasok utama gula ke perusahaan-perusahaan pembuat minuman ringan, bir,dan gula-gula.

Putra dari Mohamed Dangote itu berhasil membawa perusahaannya berubah dari perusahaan dagang kecil menjadi kelompok industri terbesar di Nigeria. Dangote Sugar Refinery, salah satu anak perusahaannya, membubuhkan keuntungan terbesar di Bursa Saham Nigeria dengan nilai aset sebesar USD3 miliar. Selain Dangote Sugar Refinery, grup perusahaan termasuk pabrik produksi semen terbesar di Afrika,Obajana Cement,dan pabrik-pabrik lain seperti Dangote Flour.

Pria kulit hitam itu memainkan peran penting dalam pendanaan kampanye pemilihan ulang Obasanjo sebagai presiden Nigeria pada 2003. Dia juga menjadi penyumbang terbesar untuk Masjid Nasional di bawah program

“Friends of Obasanjo and Atiku” serta berkontribusi untuk Perpustakaan Kepresidenan. Pemberian Dangote yang paling kontroversial ialah sumbangannya pada PDP. Sejumlah penentang pemerintah mencurigai sumbangan Dangote terhadap PDP menunjukkan terus berlanjutnya sistem yang korup dalam pemerintahan Obasanjo.

Dangote saat ini terus memperbesar imperium bisnisnya dengan membeli saham-saham di Pelabuhan Harcourt dan pengilangan minyak Kaduna. Dia juga berencana membangun pengilangan di Lagos. Kekayaannya diprediksi akan terus membengkak beberapa tahun ke depan.

Sumber : https://economy.okezone.com/read/2008/10/11/22/152908/aliko-dangote-dipuji-sebagai-pebisnis-nasionalis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *