Theresia Lumban Gaol : Ingin Perbaiki Kualitas Layanan Kesehatan di Indonesia

Kisah Sukses Pendiri Aplikasi Grab – Anthony Tan
December 30, 2017
Lima Cara Memperbaiki Masalah Keuangan dalam Startup
January 3, 2018

Indonesia merupakan negara dengan penduduk terpadat keempat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. Jumlah penduduk yang banyak ini tidak dipungkiri akan menimbulkan masalah yang kompleks. Salah satunya mengenai pelayanan kesehatan. Kini sejumlah solusi muncul dari para pelaku layanan ini.

Pelayanan kesehatan merupakan faktor penting untuk meningkatkan “taraf sehat” dari penduduk. Namun nyatanya hingga saat ini pelayanan kesehatan di Indonesia belum bisa dikatakan cukup memadai, kalau tidak bisa dikatakan buruk.

Kondisi kurangnya pelayanan kesehatan ini dialami banyak orang. Namun, bagi Theresia Lumban Gaol pengalaman ini malah menimbulkan ide untuk mencari solusi. Dia pun mendirikan Homecare24, aplikasi layanan kesehatan yang menyediakan jasa perawat dan caregiver secara online dengan kualitas yang mumpuni.

“Banyak agensi perawat konvensional yang tidak memperhatikan tingkat pendidikan, pengalaman, serta sertifikasi, sehingga menyebabkan citra perawat dan caregiver menjadi buruk. Sedangkan melalui Homecare24, kami memastikan seluruh perawat yang bergabung minimal merupakan lulusan D3 Keperawatan dan memiliki Surat Tanda Registrasi (STR),” ungkap Theresia kepada Youngster.idyang menemui di kantornya di bilangan Pancoran, Jakarta.

Harus diakui belum banyak pelaku startup yang berani untuk menggali dan menggarap sektor kesehatan. Terutama dengan memanfaatkan teknologi sebagai media untuk mendukung usahanya. Sesungguhnya layanan ini, diakui Theresia, muncul dari pengalaman pribadi.

Meski lulusan jurusan Keperawatan Universitas Indonesia, rupanya Theresia juga pernah mengalami masalah dengan layanan kesehatan. Ketika adiknya jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit, ia mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan. Ia pun mencoba merawat sang adik di rumah, namun ternyata sulit untuk mendapatkan jasa kesehatan profesional yang bersedia datang ke rumah.

“Saya pun akhirnya mengetahui, banyaknya penyedia jasa home care yang tidak acuh mengenai standarisasi home care,” ujar Theresia.

Kondisi ini membuat perempuan berusia 27 tahun mengajak sang adik Monica Lumban Gaol (22thn), lulusan manajemen dari Universitas Gadjah Mada untuk mendirikan Homecare24 pada awal tahun 2017.

“Jadi Homecare24 itu adalah aplikasi home care profesional 24 jam buatan asli Indonesia. Kami melihat kebutuhan akan layanan home care di Indonesia yang tinggi. Dan melalui dukungan platform digital dimaksimalkan untuk mencari tenaga ahli kesehatan yang memiliki visi yang sama,” ucap Theresia.

Kesejahteraan dan Kualitas

Theresia mengungkapkan, pada awalnya ia merasa kesulitan untuk mencari sumber daya manusia. Terutama perawat yang dapat membantu pemulihan anggota keluarga yang sedang sakit di rumah.

Sebenarnya, banyak agensi penyalur yang menyediakan jasa home care. Namun, hampir semua tenaga kerjanya tidak memiliki latar belakang keperawatan dan STR (Surat Tanda Registrasi) sebagai sertifikat profesional untuk melakukan tindakan medis.

Akhirnya, perempuan asal Pematangsiantar ini pun memutuskan untuk melakukan survey. Dia akhirnya mendapati bahwa kesejahteraan perawat menjadi salah satu alasan mengapa masih sulitnya SDM perawat berkualitas di Indonesia. Hampir semua perawat yang ditemuinya memiliki keinginan untuk bekerja di luar negeri. Padahal, di Indonesia sendiri SDM perawat berkualitas masih sedikit.

“Saya pun akhirnya mengetahui, kalau masalah tersebut disebabkan kesejahteraan perawat yang kurang layak. Gaji mereka bisa dikatakan berada di bawah standar hidup perkotaan. Di daerah pelosok, banyak perawat yang hanya mendapat gaji Rp 500.000 setiap bulannya,” ungkap Theresia.

Berbekal pengalaman tersebut, Theresia mempunyai ide untuk membuat aplikasi yang bisa memudahkan masyarakat dalam memesan jasa perawat. Ia pun mengajak rekannya yang merupakan lulusan IT dari Universitas Bina Nusantara, Alexander Horison, untuk membangun aplikasi tersebut. Selain itu, Theresia juga meminta bantuan adiknya yang mempunyai latar belakang manajemen untuk ikut bergabung.

Pada tahun 2016, mereka bertiga berusaha mengumpulkan data perawat dan pengasuh di rumah (caregiver) yang berkualitas di Tanah Air. Mereka akhirnya berhasil meluncurkan situs dan aplikasi Android bernama Homecare24 pada bulan Maret 2017. Tiga bulan berselang, mereka melanjutkannya dengan menghadirkan aplikasi serupa di platform iOS.

“Kami ingin membangun sebuah perusahaan yang dapat memberikan pelayanan home care berkualitas tinggi dengan berbasis aplikasi, sebuah perusahaan yang dapat membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para perawat dan tenaga kesehatan lain,” ucapnya.

Saat ini telah ada 800 perawat yang bergabung dengan mereka. Theresia menjamin mereka yang tergabung dalam layanan ini memiliki STR dan siap memberikan pelayanan terbaik. “Ini tentu sangat penting karena menjadi jaminan mutu bagi para pengguna jasa Homecare24. Tentunya semua ingin orang yang disayangi dan ditangani oleh mereka yang profesional dan teregistrasi,” katanya dengan tegas.

Menurut Theresia, perawat yang terdaftar dipastikan memiliki STR dan kemampuan melakukan tindakan medis yang diperlukan. Sementara itu, para caregiver di Homecare24 memiliki pengalaman profesional untuk menjaga dan merawat pasien secara fisik dan psikologis.

“Teregistrasinya perawat atau caregiver Homecare24 ini yang menjadi pembeda dengan layanan serupa,” klaim Theresia.

Sumber : https://youngster.id/featured/theresia-lumban-gaol-ingin-perbaiki-kualitas-layanan-kesehatan-di-indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *