Orang Terkaya di Thailand Pemilik Krating Daeng dan Red Bull

Cara Mudah untuk Memvalidasi Ide Produk atau Bisnis
January 5, 2018
Ni Wayan Purnami : Ingin Menumbuhkan Semangat Berwirausaha di Kalangan Anak Muda
January 9, 2018

Orang Terkaya Nomor Empat di Thailand Ternyata Pemilik Perusahaan Minuman Energi Krating Daeng dan Red Bull.

Anda pernah minum Krating Daeng? Atau minuman berenergi Red Bull? Kedua minuman berenergi tersebut adalah milik Chaleo Yoovidhya, warga Thailand. Bahkan, Anda pasti tidak pernah menyangka bahwa Red Bull awalnya didirikan di Thailand. Kekayaan Chaleo sekarang adalah 9,9 miliar dolar atau sekitar 99 triliun rupiah dan menjadikan Chaleo sebagai orang terkaya nomor 4 di Thailand. Sayangnya, Chaleo telah meninggal dunia pada tahun 2012 yang lalu saat berusia 90 tahun.

Membuat Krating Daeng

Tidak banyak yang diketahui tentang masa kecil dari Chaleo. Beberapa sumber menyebutkan bahwa Chaleo lahir dari keluarga yang miskin keturunan Thai-Chinese. Keluarganya berasal dari peternak bebek dan buah-buahan di Thailand. Setelah itu, Chaleo pindah ke Bangkok untuk membantu kakaknya yang mempunyai apotik. Disinilah, Chaleo pertama kali belajar tentang obat-obatan.

Chaleo pertama kali mendirikan perusahaan farmasi pada tahun 60an. Perusahaan tersebut bernama TC Pharmaceutical Industries. Perusahaan tersebut membuat antibiotic dan selang beberapa tahun Chaleo pun berinovasi dengan membuat minuman berenergi. Akhirnya pada tahun 1976, Chaleo membuat Krating Daeng di Thailand. Dalam bahasa Inggris Krating Daeng berarti ‘red gaur’. Chaleo memberi nama tersebut karena terinspirasi minuman isotonic asal Thailand juga yaitu Lipovitan.

Menjadi produk internasional

Walaupun menjadi minuman bernergi yang sangat dominan di Thailand, ternyata Krating Daeng tidak mampu menembus pasar internasional. Akhirnya, pada tahun 1982, seorang investor dari Austria, Dietrich Mateschitz mengunjungi Thailand dan sangat tertarik dengan produk Krating Daeng milik Chaleo. Setelah terjadi kesepakatan, Chaleo akhirnya bekerja sama dengan Dietrich, mereka membagi saham 50-50 dengan nama baru yaitu Red Bull. Setelah itu produknya muncul di Austria pada tahun 1987. Tak lama kemudian, berturut-turut mereka mengekspansi pasar Eropa dan pada tahun 1997 Red Bull masuk ke pasar Amerika Serikat.

Promosi yang unik

Red Bull mempunyai cara marketing dan promosi yang unik. Red Bull tidak memasang banner atau iklan-iklan di televisi maupun radio. Tetapi Chaleo membagi minuman gratis di beberapa negara dengan panggung yang megah bernuansa biru merah. Strategi tersebut disebut sebagai ‘anti brand strategy’ oleh beberapa orang. Selain itu, Red Bull juga membuat botol raksasa yang dipasang di mobil Mini Cooper dan VW Beatles.

Selain itu, promosi unik lainnya adalah Red Bull membuat perwakilan murid-murid disekolah untuk menjadi brand ambassador dari Red Bull. Ternyata, cara promosi ini sangat booming pada saat itu. Dan menjadi pesaing minuman ringan seperti Pepsi dan Coca-Cola.

Pribadi yang sangat tertutup

Walaupun sudah sesukses seperti sekarang, ternyata kisah-kisah dari Chaleo adalah diceritakan oleh anaknya, Saravudh. Menurut anaknya, Chaleo tidak pernah melayani permintaan interview selama 30 tahun! Sekarang, Red Bull sangat dominan sebagai minuman berenergi, terakhir Red Bull mensponsori mobil Formula 1 dan 2 tim sepak bola.

Sumber : https://studentpreneur.co/blog/orang-terkaya-di-thailand-pemilik-krating-daeng-dan-red-bull/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *