Gadis 22 Tahun ini Meraup 100 Juta Rupiah Tiap Bulan Dari Bisnisnya

Profil Pendiri Brand Yonex, Minoru Yoneyama
December 9, 2017
10 Alasan yang Jadi Penyebab Kegagalan Startup Fintech
December 13, 2017

Meskipun masih berusia 22 tahun, Putri berhasil meraup omzet hingga 100 juta rupiah per bulan dari bisnisnya, Sister Clay.

Bagi para kaum milenials, siapa yang tidak ingin menjadi pengusaha muda sukses dengan omzet puluhan atau bahkan ratusan juta rupiah setiap bulannya? Pasti tidak ada yang menolak, kan? Hal inilah yang Tidak pernah terbayang oleh Putri, kalau kini hobinya bisa mengantarkan dirinya untuk mendapatkan pendapatan hingga sekitar 100 juta rupiah/bulan dari bisnisnya. Gadis kelahiran Jakarta, tanggal 26 Mei 1995 ini memang sudah tertarik dengan kerajinan tangan pernak-pernik lucu sejak kecil.

Berawal dari kegemarannya membuat kerajinan tangan dari kertas, tali, dan benang akhirnya gadis yang akrab disapa Pucen ini bertemu dengan clay dan merasa cocok dengan kerajinan berbahan baku lem dan tepung saja ini. Pucen yang bernama lengkap Putri Melati Kusumaningrum ini memang sudah hobi membuat miniatur kerajinan tangan dari tangannya sendiri. Ketika bertemu dengan clay tidak disangka banyak sekali teman-temannya yang senang dan suka dengan hasil karyanya, sejak saat itulah ia mulai berbisnis.

Dari bisnisnya yang didirikan sejak 4 Maret 2011, saat ini Putri memproduksi clay karakter yang bisa di-custom sesuai dengan kesukaan pembeli. Tidak hanya itu, kini Putri menjual clay frame berukuran 20 cm x 25 cm dengan harga Rp230 ribu, dan juga ukuran 24 cm x 30 cm dengan harga Rp250 ribu. Hanya dari dua ukuran frame saja, Anak bungsu dari Suryadi Haryanto dan juga Wirastuti Murwani ini sudah memproduksi 200-300 frame setiap bulannya dan menjadi pengusaha muda di Indonesia yang cukup disegani.

Dalam sehari Ia mengatakan kalau pemesanannya berkisar antara 6 sampai 12 frame. Agar Ia mampu memenuhi permintaan yang terus meningkat, Putri kini telah merekrut beberapa tenaga kerja tambahan. Selain penghasilannya digunakan untuk membiayai kuliahnya sendiri, Putri juga kini sudah bisa menggaji pegawainya dengan baik.

Salah satu produk Sister Clay yang sangat berkualitas

Mbak Putri, kira-kira sejak kapan sih tertarik dengan clay dan akhirnya memutuskan untuk mendirikan bisnis sister clay ini?

Aku memang sudah lama tertarik dengan kerajinan tangan, tidak hanya tertarik aku juga suka sekali membuatnya. Kalau untuk clay sendiri, aku sudah mulai bikin-bikin ini ketika aku masih SMP pada umur 15 tahun. Ketika pertama kali membuat, aku hanya membentuk clay untuk gantungan kunci. Tapi tidak disangka, teman-temanku banyak yang suka, akhirnya aku menjual gantungan clay ini dengan harga Rp.25.000/pcs di tahun 2011.

 

Kira-kira selain menjalankan hobi, tujuan kamu berbisnis sister clay ini apa?

Tujuan utamanya sih buat mata pencaharian, hehehe. Buat aku nabung untuk masa depan, bantu-bantu biaya rumah, kebutuhan sehari-hari, dan lain-lain. Tujuan lainnya juga karena aku ingin menghadirkan satu kado yang unik dan beda banget dari yang lain, memanfaatkan suatu hal yang kini lagi hits. Pokoknya, memanfaatkan peluang buat jadi uang. Lagipula, aku juga punya moto hidup kalau aku tidak ingin menjadi karyawan seperti kedua orang tuaku, meskipun gajinya besar. Kalau aku jadi pengusaha muda sukses seperti ini kan aku justru bisa menolong orang lain.

Salah satu karyawan Sister Clay sedang bekerja

Saat ini produk kamu kan sudah banyak yang meniru, kalau menurut Mbak Putri Apa yang membedakan produk kamu dengan produk serupa lainnya?

Iya memang ada beberapa produk yang meniru Sister Clay, meskipun meniru produk tersebut pun tidak bisa sama persis dengan punyaku. Mulai dari warnanya saja masih suka tabrak warna yang tidak cocok, bentuknya juga kasar. Menurutku kalau sister clay memiliki bentuk khas tersendiri yang membuatnya banyak diminati.

 

Memiliki usaha sebesar ini tentu bukan berarti dijalani tanpa Strategi Pemasaran sama sekali, selama menjalankan Sister Clay bagaimana Strategi Pemasarannya?

Awalnya binis kecil-kecilan ini aku jual dari mulut ke mulut, mulai dari SMP-ku sendiri sampai ke sekolah lain. Setelah banyak pelanggan, aku mulai  beralih dan menggunakan sosial media, yang awalnya BBM. Seiring berjalannya waktu, aku pun mencoba untuk memperluas jaringan dengan melakukan promosi melalui Twitter dan Facebook.

Sejak lulus SMA dan pindah ke Yogyakarta, aku memutuskan untuk membuka kantor Sisterclay tahun 2014 dan mulai menggunakan instagram sebagai media promosi produk clay aku. Instagram itulah yang sebenarnya membuat bisnis aku rame banget, apalagi pada saat itu memang instagram sedang hits dan penggunaan untuk promosinya pun gampang banget. Aku bangun instagram sisterclay dari nol hingga saat ini aku punya lima akun instagram yang followersnya lumayan banyak,

Pokoknya sebesar 90% promosi yang aku lakukan itu dari sosial media. Karena kalau clay ini aku jual offline, kurang berpengaruh di penjualannya. Strategi lainnya paling dari mulut ke mulut aja.

 

Target Konsumen Sister Clay siapa saja, Mbak Putri?

Target konsumen Sister Clay itu umumnya untuk kelompok sosialita yang masih ada di dalam usia produktif, bisa pelajar ataupun pegawai yang lagi butuh kado-kado lucu. Soalnya produk Sister Clay ini harganya cukup mahal, jadi biasanya yang beli juga orang-orang berkecukupan aja yang beli. Rata-rata usia pembeli aku itu sekitar 18-30 tahun.

 

Dengar-dengar pendapatan atau Omzet Sister Clay mencapai puluhan juta rupiah. Lalu, saat ini Berapa Pendapatan atau omzet Sisterclay?

Ketika aku masih menjual gantungan clay, pendapatanku bisa sebesar Rp 1 juta setiap bulannya. Lalu setelah aku mengembangkan bisnis ini menjadi clay frame dan membuka kantor pertamaku di Yogyakarta omzet Sister Clay sebesar Rp. 60-70 juta perbulan, Kalau untuk saat ini, Alhamdulillah pendapatan Sister Clay sudah Rp 100 juta per bulan.

 

Selama kamu menjadi pebisnis muda di Indonesia dan menjalankan bisnis sister clay ini, kegagalan atau kerugian seperti apa yang kamu hadapi? Lalu bagimana mengatasinya?

Kerugian itu pasti ada, waktu dulu aku pernah mau coba kualitas frame baru dari toko sebelah yang ‘kelihatannya’ oke banget dari luar, tapi ketika dikirim frame-nya pecah semua. Alhasil aku jualin saja Frame itu ke teman-temanku dengan harga yang murah. Menjualnya juga via online sih, jadi ya lumayan banget daripada frame nya menganggur saja dirumah. Heheh

Terus aku juga pernah kok mengalami kesulitan ketika instagram sedang eror dan tidak bisa digunakan sama sekali untuk promosi. Akhirnya aku coba kembali menggunakan Facebook, meskipun harus belajar dari awal lagi.

 

Memiliki bisnis yang terus meningkat, Mbak Putri tentu tidak mungkin menjalankannya tanpa bantuan orang lain. Tips atau cara membangun tim yang hebat seperti Sister Clay itu bagaimana, ya?

Sebenarnya aku juga masih belajar untuk memimpin tim aku sendiri, tapi dari pengalaman yang aku dapet, tim yang bagus itu merupakan tim yang memiliki pemimpin dengan respek tinggi kepada anggotanya. Jadi kaya respect to respect gitu, sama yang paling penting komunikasi menurutku.

Putri sedang berada di kantornya

Mbak Putri, Kira-kira apa Harapan ke depan untuk Sister Clay?

Harapan kedepannya tentu agar Sister Clay terus dan selalu berkembang serta bermanfaat untuk orang lain. Selain itu semoga Sister Clay makin unik dan disukai oleh orang banyak, omzetnya juga kalau bisa makin bertambah dan pastinya berguna untuk aku, keluarga, dan orang lain.

 

Terakhir, Mbak Putri kira-kira ada Saran atau tips untuk teman-teman yang ingin menjalankan bisnis?

Saran dari aku untuk kamu yang ingin jadi pengusaha muda sukses, harus mencoba. Karena kalau tidak dicoba dan cuma ada di angan-angan tidak ada artinya. Selain itu, jalani dan tekuni apa yang kamu suka. Hargai hobi kamu dimana, cari passion dan gali terus sampai bisa, karena kalau kamu sudah suka dengan satu hal, maka kamu pun akan suka melakukannya.

Kamu juga harus berani dalam menerima segala risiko yang akan dihadapi, karena kunci utamanya adalah pengalaman. Tanpa adanya pengalaman, kesuksesan tersebut akan jauh dari genggaman kita. Lagipula kelak pengalaman tersebut bisa diwariskan ke anak cucu kita nanti. Kamu juga harus percaya kalau  aku juga percaya kalau usaha itu tidak akan mengkhianati hasil. Kalau memang prosesnya panjang, jatuh bangun dan tidak mudah menyerah tentu hasilnya juga bagus, Insya Allah.

 

Sobat Studentpreneur, mendapatkan ide bisnis memang bisa kamu peroleh dari mana saja. Hal yang paling mudah adalah dengan menjadikan hobi kamu sebagai salah satu peluang bisnismu, sama seperti Putri. Setelah kamu menemukan hobi, pastikan agar kamu terus menggali dan menekuni hobi kamu dan ubahlah kesenanganmu tersebut menjadi sebuah peluang dan menjadi pebisnis muda di Indonesia.

Kesempatan menjadi seorang pebisnis itu masih terbuka sangat lebar, tinggal dari dirimu saja mau mencoba dan berusaha atau hanya bermimpi dan tidak melakukan apa-apa.

 

Sumber : https://studentpreneur.co/blog/gadis-22-tahun-ini-meraup-100-juta-rupiah-tiap-bulan-dari-bisnisnya/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *