Penjual Kopi dengan omzet milyaran rupiah Theresia Deka Putri

Chairul Tanjung, Si Anak Singkong
October 11, 2017
5 CARA MENINGKATKAN BISNIS UKM MENJADI LEBIH BESAR
October 13, 2017

Kopi merupakan sebuah kebutuhan untuk sebagian orang. Indonesia termasuk salah satu negara produsen kopi terbesar di dunia. Theresia Deka Putri tidaklah asing dengan salah satu komoditas ekspor Indonesia tersebut. Sejak usia 16 tahun Putri telah berkeliling dari satu warung kopi,pasar dan tempat – tempat lain untuk menawarkan berbagai macam produk kopi dan teh pada salah satu perusahaan kuliner.

Putri memiliki perusahaan kopi luwak bernama CV Karya Semesta. Produk yang dihasilkan adalah Kopi Luwak Lanang, Lanang Landep dan Gajah Hitam, berhasil menembus pasar Taiwan, Cina, Korea, Malaysia, Jepang, hingga Polandia.

“Sejak SMP saya memang sudah mulai berbisnis untuk tambahan jajan,” ujar perempuan yang besar di Gresik ini ketika diwawancarai dalam sebuah talkshow di televisi swasta. Sepatu atau snack yang dibelinya, ia jual kembali ke tetangga dan teman-temannya. “Modalnya dari tabungan saya sejak TK,” katanya.

“Saya melihat bahwa kopi memiliki peluang yang sangat baik. Di sepanjang jalan misalnya, dengan mudah kita bisa menemukan warung kopi,” ujarnya.

Berbekal keuntungan dari hasil penjualan sebelumnya dan relasinya dengan para pemilik warung, sekitar tahun 2007, Putri kemudian memberanikan diri untuk menjual kopi komoditasnya sendiri. Bermodal Rp 200 juta, ia memulai usahanya. Ia ‘meminjam’ biji kopi yang akan dibayar belakangan, menyangrai biji kopi tersebut dengan wajan kayu dan tanah liat, menggilingnya, kemudian ia edarkan ke warung-warung kopi. “Awalnya produk yang dijual polosan tanpa merk,” ujarnya.

Kopi luwak yang dipasarkannya, khusus berasal dari hewan jantan, karena itu dinamakan Luwak Lanang. Luwak jantan dipilih karena menurutnya jenis ini memliki enzim yang lebih kuat sehingga menghasilkan rasa dan aroma yang khas. Tak hanya satu, ia juga melakukan diversifikasi produk dengan meluncurkan kopi Lanang Landep yang berasal dari biji kopi berkeping tunggal (peaberry coffee), dan Gajah hitam dari bjii kopi berukuran besar.

Ada sedikit rasa sedih yang hinggap di hati Putri bila melihat kesuksesannya. “Ini yang saya lakukan untuk orangtua. Mungkin mereka di sana bisa melihat saya sukses di sini,” ujarnya.

Sejumlah penghargaan, juga telah diterimanya, termasuk penghargaan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Putri pernah ditipu orang dengan nominal kerugian yang menurutnya, bisa digunakan untuk membeli tiga unit mobil Kijang Innova. “Uang saya hanya bersisa seribu rupiah, yaitu dua logam kuning 500 perak,” ujarnya.

Semua pengalaman dalam membangun bisnisnya ini, membuat Putri menarik sebuah pelajaran hidup yang berharga, yaitu terus berusaha meski masalah terus datang silih berganti. “Dalam hidup ini kita tidak bisa mengarahkan angin, tapi kita masih bisa mengarahkan layar,” ujarnya.

Sumber :http://www.astralife.co.id/ilovelife/modal-rp200-ribu-antar-theresia-deka-putri-jadi-pengusaha-beromzet-miliaran/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *