Bisnis Batik dengan Omzet Ratusan Juta

Animator Arek Suroboyo Michael Tagore
October 5, 2017
5 Kiat bisnis dari Gerobak jadi Franchise
October 5, 2017

Batik menjadi salah satu bagi dari Indonesia yang tidak dapat dipisahkan. Bisa dikatakan batik merupakan identitas bangsa Indonesia. Tidak hanya untuk acara resmi saja digunakan sudah banyak model batik yang dapat dikenakan pada kehidupan sehari – hari, contohnya batik produksi Dea Valencia. Dara muda asal Semarang ini telah meraup keuntungan dari kecintaannya terhadap batik.

“Saya dulu nggak tahu kenapa sama ibu 22 bulan udah disekolahkan. Umur lima tahun udah masuk SD. SMP dua tahun, SMA dua tahu. Jadi itu 15 tahun masuk kuliah. Tiga setengah tahun kuliah, jadi umur 18 udah lulus” tidak heran menginjak usia 19 tahun sudah sukses dengan bisnik batik yang digelutinya

Meski mengaku tidak jago menggambar Dea membuat model yang ia ciptakan harus sesuai dengan seleranya “Karena saya nggak mau jual barang yang saya sendiri nggak suka.” Imbuh Dea.

Layaknya orang berbisnis tidaklah berjalan mulus bagi Ddea. Sempat tejadi masalah terkait hak paten. Awalnya Dea ingin memberi nama batik Sinok namun karena nama tersebut telah terdaftar, Dea harus rela berganti menjadi batik Kultur “Karena nama Sinok sangat berarti buat saya. Sinok adalah nama panggilan saya sejak kecil” tambah Dea.

Sebagai lulusan Sistem Informasi Universitas Multimedia Nusantara, Dea sangat paham akan pentingnya internet. Mulai memasarkan via Facebook dan Instagram mulailah batik kultur dikenal oleh masyarakat luas. Pada awalnya Dea hanya menjual 20 potong pakaian dengan Dea sendiri yang jadi modelnya. Namun sekarang telah dapat mennjual 800 potong pakaian dengan variasi harga Rp. 250.000 – 1,2 juta. Bisa dibayangkan dalam setahun dapat omzet penjualan mencapai Rp 300 juta per bulan.

Hingga saat ini Dea telah meiliki 36 pegawai. Yang membuat menarik adalah sebagian dari pegawainya merupakan difabel “Saya juga mempekerjakan karyawan yang misal nggak ada kaki tapi tangannya masih bisa kerja. Penjahitnya ada enam yang tuna rungu dan tuna wicara. Pertimbangannya? Giving back to society” tutur gadis yang tinggal di Gombel ini.

 

Sumber :http://www.beritasatu.com/gaya-hidup/161573-dagang-batik-gadis-19-tahun-ini-hasilkan-rp-35-miliar.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *