9 Tips Manajemen Keuangan bagi Usaha Kecil dan Menengah

Peter Firmansyah: Jins Lokal Petersaysdenim Mendunia
October 19, 2017
SANAWI Buktikan Tak Lulus SD Tetap Sukses
October 21, 2017

Manajemen keuangan sering dianggap mudah karena para entrepreneur berpikir manajemen keuangan akan berjalan dengan sendirinya sejalan dengan keuntungan yang di dapat. Namun bisnis bukanlah sekedar mengatur keuangan saja. Manajemen keuangan adalah bagaimana anda mengelola kekayaan untuk menghasilkan keuntungan dan memanfaatkan sumber-sumber modal untuk membiayai usaha.

Meski sederhana, pengusaha kecil dan menengah pun perlu menerapkan prinsip-prinsip manajemen keuangan. Berikut beberapa dasar manajemen keuangan bagi UKM.

  1. Pisahkan uang pribadi dan usaha

Kesalahan paling umum oleh pelaku UKM dengan mencampur pengelolaan uang usaha dan uang pribadi. Tanpa disadari penggunaan uang usaha akan digunakan sedikit demi sedikit untuk keperluan pribadi. Lebih baik pisahkan uang secara fisik. Bila perlu buka  rekening yang berbeda khusus untuk bisnis. Dan yang paling penting, bersikaplah disiplin dalam menerapkan pemisahan ini.

  1. Rencanakan penggunaan uang

Menghamburkan uang dari keuntungan bisnis atau memiliki modal lebih akan menggoda anda untuk berbelanja. Lebih baik anda melakukan perencanaan pengeluaran dan membuat target penjualan dan penerimaan kas. Lakukan analisa “cost and benefit” atau “untung rugi” untuk meyakinkan bahwa penggunaan uang anda tidak bakal sia-sia dan memberikan return yang menguntungkan.

  1. Buat buku catatan keuangan

Mencatat aliran dana usaha berfungsi untuk mengontrol lalu lintas uang dan memastikan tidak ada uang yang terselip. Paling tidak anda memiliki buku kas untuk mencatat keluar masuknya uang. Selain itu anda juga dapat penjualan dan biaya-biaya. Tidak kalah penting, anda juga harus mencatat saldo-saldo hutang piutang, persediaan dan aset-aset tetap anda.

  1. Hitung keuntungan dengan benar

Tugas anda sebagai pengusaha adalah menghasilkan keuntungan, namun tahukah anda berapa keuntungan yang telah anda dapatkan? Menghitung keuntungan dengan tepat sama pentingnya dengan menghasilkan keuntungan itu sendiri. Bagian yang paling kritikal dalam menghitung keuntungan adalah menghitung biaya-biaya. Sebagian besar biaya bisa diketahui karena melibatkan pembayaran uang tunai. Sebagian yang lain tidak berupa uang kas, seperti penyusutan dan amortisasi. Sebagian lagi belum terjadi namun perlu dicadangkan untuk dikeluarkan di masa mendatang, seperti pajak dan bunga pinjaman.

  1. Putar arus kas lebih cepat

Jangan hanya berpusat pada keuntungan. Manajemen keuangan meliputi juga bagaimana anda mengelola hutang, piutang dan persediaan barang dagangan. Banyak usaha mengalami kesulitan kas meski catatan akuntansi mereka menunjukkan angka berwarna biru. Perhatikan bagaimana anda memutar kas. Putaran kas anda melambat jika termin penjualan kredit anda lebih lama ketimbang kulakannya, atau jika anda harus menyimpan persediaan barang dagangan. Anda harus mengusahakan termin penjualan kredit sama dengan pembelian kredit anda. Anda juga harus mampu menekan tingkat persediaan sedemikian rupa agar tetap dapat memenuhi order namun tanpa membebani keuangan.

  1. Awasi harta, hutang dan modal

Secara berkala, anda perlu memeriksa persediaan di gudang dan memastikan semuanya dalam keadaan lengkap dan baik. Namun sebelum anda bisa melakukan itu, anda perlu mempunyai administrasi yang memadai untuk mengontrol semua itu. Hal yang sama perlu anda lakukan terhadap piutang-piutang kepada pembeli dan tagihan-tagihan dari suplier. Anda tidak mau ada tagihan yang macet atau kedobelan membayar kepada suplier gara-gara catatan anda berantakan.

  1. Sisihkan keuntungan untuk pengembangan usaha

Anda berhak untuk menikmati keuntungan dari bisnis anda, namun itu bukan berarti anda boleh menghabiskannya begitu saja. Anda tetap harus menyisihkan sebagian keuntungan untuk pengembangan usaha. Salah satu tugas penting manajemen keuangan adalah menjaga kelangsungan hidup bisnis dengan mendorong dan mengarahkan investasi ke bidang-bidang yang menguntungkan.

  1. Gunakan pihak ketiga

Jika Anda tidak yakin Anda mampu mengelola keuangan dengan baik, libatkan pihak ketiga tapi dalam kontrol Anda. Keberadaan pihak ketiga ini akan menjadi opsi pengawas bagi Anda sehingga mengurangi risiko kesalahan. Dengan memberikan seluruh kontrol keuangan kepada pihak ketiga tentunya Anda tidak direpotkan dengan permasalahan pemasukan dan pengeluaran bisnis Anda. Dan tentunya Anda pun harus memiliki budget tersendiri untuk jenis pekerjaan ini.

  1. Siapkan Dana Darurat

Setiap usaha yang dijalankan tentunya tidak bisa diprediksi apakah usahanya akan berlanjut atau tidak, hal-hal buruk dan tidak terduga bisa saja terjadi yang menjadi ancaman bagi kelangsungan bisnis Anda, misalnya omzet menurun karena ada kompetitor, atau bahkan lokasi usaha Anda tertimpa musibah, dan sebagainya. Salah satu untuk mengantisipasi adalah dengan menyiapkan dana darurat. Fungsinya adalah untuk menjaga bisnis Anda tidak langsung kolaps ketika Anda mengalami kerugian, atau setidaknya bisa mengurangi beban saat masa sulit melanda.

Sumber:http://www.smartbisnis.co.id/content/read/belajar-bisnis/implementasi-bisnis/9-tips-manajemen-keuangan-bagi-usaha-kecil-dan-menengah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *