Business Model Canvas : Apa dan Bagaimana?

Orisinal Indonesia : Merdeka dengan Ilmu
May 2, 2017
Naufal Rizki Bocah Listrik Dari Aceh
May 5, 2017

Sejak munculnya e-commerce, model bisnis menjadi hal yang paling menonjol diantara konsep-konsep manajemen yang lain. Kehadiran e-commerce membuat para praktisi mengubah total konsep bisnis menjadi konsep bisnis baru yang lebih sesuai.

Kepopuleran model bisnis ditengarai banyak organisasi yang berhasil menerapkan model bisnis. Salah satu model bisnis yang popular dan unik yaitu bisnis model kanvas, model bisnis yang dikembangkan oleh Alexander Osterwalder dan Yves Pigneur. Sebuah model bisnis sederhana, unik, dan bisa digunakan banyak bisnis, tidak hanya e-commerce.

BMC dengan business plan itu berbeda.

Lalu di mana bedanya? Secara sederhana, bisnis model itu adalah penjelasan mengenai bagaimana bisnis Anda menghasilkan uang. Misalnya, Anda punya sapi dan bagaimana cara Anda bisa menghasilkan uang dengan sapi Anda itu? Atau, Anda punya mobil di rumah, bagaimana menghasilkan uang dengan mobil tersebut? Cara menghasilkan itu yang dituangkan dalam bisnis model. Semakin inovatif, maka bisnis model antara satu orang dengan orang lain berbeda. Misalnya, kalau punya mobil, bisa saja yang satu akan dibuat untuk usaha antar jemput, sementara yang lain dibuat untuk jualan kaos distro di jalan, atau mungkin dibuat tempat iklan, yang lain mungkin dibuat kursus mengemudi. Jadi ini tergantung ide bisnisnya dan mengubahnya menjadi sebuah peluang.

Bedanya dengan business plan adalah sebuah panduan bagaimana melaksanakan agar bisnis itu bisa berjalan dan tercapai, tentunya harus disertai dengan tujuan bisnis serta alasan bahwa bisnis ini layak dan bisa untuk dilakukan. Jadi, kalau model bisnis adalah tentang bagaimana cara bisnis Anda menghasilkan uang, rencana bisnis (business plan) adalah pernyataan yang berisi tentang penjelasan usaha yang mau dilakukan, ada riset pasarnya, rencana keuangannya, rencana operasionalnya, rencana manajemen dan pemasarannya. Business plan lebih kompleks.

Beberapa Faktor Penggunaan Bisnis Model Canvas:

Visual Thinking
Cara terbaik untuk menggunakan BMC adalah untuk mencetak versi berukuran poster besar dan menempelkannya ke dinding. Setelah itu, founder kemudian menggunakan sticky notes seperti post-it untuk mengisi 9 bagian. Sticky notes memungkinkan grup thinking karena setiap orang dalam tim dapat berpartisipasi aktif.

Iterasi dengan cepat
“Iterasi” adalah proses di mana founder “keluar dari kantor atau labnya” dan mencoba memvalidasi idenya, kemudian kembali lagi ke kantor untuk memperbaiki model bisnis dan produknya berdasarkan feedback yang didapat dari market. Dengan sifat ringkas dan menyeluruh dari bisnis model kanvas, founder bisa dengan cepat melakukan iterasi ini.

Dengan cepat melihat kaitan dari 9 komponen bisnis
Bisnis Model Canvas memungkinkan entrepreneur untuk secara visual menggambarkan kaitan dari masing-masing komponen bisnis tersebut. Seringkali founder menggambar garis dan ilustrasi di poster untuk mewakili potongan-potongan teka-teki dan bagaimana mereka bekerja sama. Dengan cara ini, tim dapat menemukan hubungan dari peluang pasar dan / atau proposisi nilai yang unik. Selanjutnya, tim kemudian dapat mendokumentasikan ide-ide baru sebagai hipotesis baru untuk menguji BMC sebagai iterasi baru.

Memaksa tim untuk dengan ringkas menyampaikan pikirannya
Karena informasi dicatat dengan pendek pada post-it notes, tim dipaksa untuk menjelaskan dengan tepat dan ringkas apa yang mereka mau untuk menguji atau menindaklanjuti pada iterasi berikutnya.

Bentuk visual dari bisnis model canvas memudahkan startup untuk membaginya dengan partner, rekan kerja

Karena bisnis model kanvas disajikan dalam bentuk poster besar dan visual, mudah untuk berbagi melalui foto atau mengambil poster dari dinding untuk bertemu dengan pihak lain yang berkepentingan.

Keuntungan Bisnis Model Canvas

1. Bisa dipakai untuk semua jenis model bisnis, travelling, restoran, hotel, perkebunan, mining dan lain sebagainya
2. Mempercepat mengetahui keseluruhan kekuatan dan kekuragan bisnis
3. Proses analisa kebutuhan dan profit dilakukan secara cepat
4. Memetakan bisnis untuk mengetahui kelemahan semenjak dini dan memahami kekuatan bisnis dari sudut pandang yang benar
5. Pemetaan business model canvas menggambarkan secara sistematis bisnis yang kemudian dapat digunakan untuk pengambilan keputusan pengembangan manajemen stratejis bisnis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *